Lahirnya Moving Ministry Church: Ketika Janji kepada Tuhan Menjadi Kenyataan
| IBADAH PERDANA | WAKTU | LOKASI | KOORDINATOR |
|---|---|---|---|
| Rabu, 8 April 2026 | Pukul 18.30 WIB | Balai Warga Lt. 1 Apt. Nias Grand Emerald Kelapa Gading Timur | Ev. Pipie Jahja JKI Shema MMC |
Sebuah Janji yang Telah Lama Dipelihara
Ada hal-hal yang dimulai jauh sebelum orang lain mengetahuinya. Moving Ministry Church — atau yang dikenal dengan singkatan MMC — adalah salah satunya. Persekutuan ini lahir bukan dari pertemuan perencanaan strategis, bukan pula dari konferensi pelayanan yang megah. Ia lahir dari sebuah janji yang diucapkan dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, bertahun-tahun sebelum hari ini tiba.
Ev. Pipie Jahja, koordinator MMC, telah membuat komitmen itu sejak lama: bila ia telah mencapai usia 60 tahun, ia akan mengalihkan fokus hidupnya sepenuhnya kepada pelayanan Tuhan. Bukan sebagai tambahan di sela-sela kesibukan, melainkan sebagai orientasi utama hidupnya. Komitmen itu ia pegang diam-diam, tetapi Tuhan tidak pernah melupakannya.
Kini, di tahun 2026 — ketika Ev. Pipie Jahja berusia 63 tahun — tibalah saat pembuktian itu. Tahun ini bukan sekadar angka dalam kalender hidupnya. Ia menyebutnya sebagai titik nol: awal dari sebuah babak baru yang sesungguhnya, awal dari pelayanan yang selama ini tersimpan sebagai benih dalam doa, dan kini telah waktunya untuk tumbuh dan berbuah.
“Tahun 2026 adalah titik nol — awal dari babak baru pelayanan yang telah lama dinantikan. Bukan karena manusia merencanakannya, tetapi karena Tuhan yang menepatinya.”
Apa Itu “Moving Ministry”?
Nama yang dipilih bukan sekadar merek atau label. Moving Ministry adalah sebuah deklarasi teologis yang ringkas namun kaya makna. Dua kata ini saling menopang dan membentuk identitas yang utuh dari persekutuan ini.
Moving berarti bergerak — tidak diam, tidak stagnan, tidak berpuas diri dengan kehadiran fisik semata. Ministry berarti pelayanan — bukan jabatan kehormatan, bukan posisi organisasi, melainkan tindakan nyata mengasihi sesama atas nama Kristus. Ketika keduanya bertemu, lahirlah satu visi: pelayanan yang bergerak.
Ini berarti MMC tidak menginginkan jemaat yang pasif — yang datang, duduk, mendengar, lalu pulang tanpa membawa apa-apa ke luar gereja. MMC merindukan jemaat yang bergerak: yang mengambil posisi aktif dalam misi Tuhan, yang mau turun ke lapangan, yang siap menjadi perpanjangan tangan Kristus di mana pun mereka berada.
Fondasi Firman: Amanat Agung
Seluruh gerak langkah MMC berakar pada sebuah perintah yang telah berusia lebih dari dua ribu tahun, namun tetap segar dan mendesak hingga hari ini.
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”— Matius 28:19-20
Perhatikan kata kerja dalam perintah itu: “Pergilah...” dan “Jadikanlah semua bangsa murid-Ku...” — keduanya adalah perintah bergerak. Yesus tidak berkata “tunggulah” atau “diamlah.” Ia berkata pergi. Inilah yang disebut Amanat Agung — bukan sekadar ajaran doktrin, tetapi sebuah instruksi pelayanan yang membutuhkan kaki yang bersedia melangkah.
Namun sebelum bergerak ke luar, MMC meyakini bahwa setiap anggota perlu terlebih dahulu memahami dengan benar apa artinya bergerak dan melayani. Pemahaman yang benar adalah bahan bakar dari pelayanan yang berkelanjutan. Gereja yang terburu-buru keluar tanpa pembekalan di dalam akan mudah kehabisan tenaga dan kehilangan arah.
Empat Pilar Pelayanan MMC
MMC tidak hadir dengan program yang sekadar memenuhi kalender gerejawi. Setiap langkah dibangun di atas panggilan yang jelas dan terukur.
|
Pilar 01 Belajar Sebelum Bergerak Pembekalan rohani dan pemahaman pelayanan yang solid bagi setiap anggota sebelum terjun ke ladang. |
Pilar 02 Mencari Domba yang Hilang Menjangkau yang menjauh, terluka, atau tersesat — untuk dipulihkan dan dikembalikan. |
|
Pilar 03 Pembinaan Karakter Membina karakter Kristiani dan meningkatkan kualitas SDM pelayanan secara menyeluruh. |
Pilar 04 Pelayanan Sosial & Kreatif Berkarya dan berdampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan inovatif. |
Di antara keempat pilar tersebut, tugas yang paling mendesak dan paling dekat di hati MMC adalah: mencari domba-domba yang telah jauh. Mereka yang pernah aktif dalam pelayanan namun kemudian terluka, kecewa, dan akhirnya menjauh. Mereka yang sakit hati karena pengalaman dalam gereja. Mereka yang tersesat di antara kesibukan dunia dan perlahan kehilangan pegangan rohaninya.
MMC hadir bukan untuk menghakimi, bukan untuk menarik mereka keluar dari gereja lokal mereka. Justru sebaliknya — setelah proses pembinaan karakter yang tulus dan sabar, MMC akan mengembalikan mereka kepada gereja lokal masing-masing dalam kondisi yang dipulihkan, diperkuat, dan siap melayani kembali.
“MMC bukan pengganti gereja lokal. MMC adalah jembatan — yang merangkul yang terluka, memulihkan yang tersesat, dan mengembalikan yang hilang kepada komunitas iman mereka.”
Tim Pengurus: Motor Penggerak MMC
Moving Ministry Church tidak akan bergerak sendiri. Di balik setiap langkah pelayanan, ada tim pengurus yang bahu-membahu menjadi motor penggeraknya. Tuhan dengan penuh kasih telah menyediakan mereka — bukan secara kebetulan, melainkan sebagai bagian dari rancangan-Nya yang sempurna.
Bersama Ev. Pipie Jahja selaku koordinator, tim pengurus MMC terdiri dari:
- Pnt. Jusak Purnomo
- Dkn. Lisa Pronoto
- Dkn. Lindi Astuti
Keempat pengurus MMC adalah para lulusan dari STT The Truth. Apa yang pernah mereka pelajari di ruang-ruang pembelajaran teologi kini menjadi bekal nyata yang siap dituangkan dalam pelayanan. Setiap teori yang pernah dipelajari di bangku perkuliahan kini menemukan momentumnya — saatnya untuk diwujudkan, bukan lagi sekadar didiskusikan.
Dengan latar belakang pendidikan teologi yang sama, keempat pengurus ini membawa kesamaan visi, kedewasaan rohani, dan komitmen yang tulus. Ini bukan tim yang dibentuk secara tergesa-gesa — ini adalah tim yang telah ditempa oleh Tuhan, dipersiapkan bersama, dan kini siap melangkah bersama dalam satu panggilan: pelayanan yang bergerak.
Terima kasih, Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyediakan tim yang solid ini. Engkau yang mempertemukan kami, Engkau pula yang akan memimpin setiap langkah kami ke depan. Bagi-Mu segala kemuliaan.
Ucapan Syukur dan Pengakuan Iman
Tidak ada persekutuan yang dapat berdiri tanpa tangan-tangan yang mengulurkan dukungan. Kepada seluruh donatur dan pendukung yang telah memberikan kepercayaan mereka, terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan.
Kepercayaan yang Anda berikan bukan hanya berupa materi, tetapi adalah keyakinan bahwa pelayanan ini penting, bahwa panggilan ini nyata, dan bahwa Tuhan akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai.
Kami percaya bahwa MMC yang lahir hari ini akan terus bergerak ke depan — bukan oleh kekuatan kami sendiri, tetapi oleh anugerah Tuhan yang tidak pernah kehabisan. Seperti kata Firman-Nya dalam Filipi 1:6: “Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.”
MMC menyiapkan wadah ini untuk semua orang yang merindukan pelayanan yang bermakna, yang ingin bergerak bersama, yang mau belajar dan bertumbuh, dan yang percaya bahwa satu langkah iman — sekecil apa pun — dapat mengubah hidup seseorang selamanya.
Soli Deo Gloria
Segala Kemuliaan Hanya bagi Tuhan
Ev. Pipie Jahja
Koordinator Moving Ministry Church (MMC)
JKI Shema — MMC
#MovingMinistryChurch #MMC #JKIShema #KelapaGading #AmanatAgung #IbadahPerdana #PelayananBergerak
